Sejarah Gamelan Jawa Dan Asal Usulnya !

Kamis, 07 Februari 2013

Sejarah Gamelan Jawa dan Asal Usulnya – Salah satu kekayaan budaya Indonesia yang terkenal dalam bidang musik adalah seni gamelan. Gamelan banyak ditemui di berbagai daerah Indonesia. Musik gamelan terdapat di Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Tentu saja, varian alat musik yang digunakan berbeda. Baik nama maupun bentuk. Di Jawa, gamelan disebut dengan istilah gong. Terutama, sejak abad ke-18. Gamelan jawa berasal dari bahasa Jawa, gamel, yang artinya adalah alat musik yang dipukul dan ditabuh. Terbuat dari kayu dan gangsa, sejenis logam yang dicampur tembaga atau timah dan rejasa. Alat musik pengiring instrumen gamelan terdiri dari kendang, bonang, panerus, gender, gambang, suling, siter, clempung, slenthem, demung, saron, kenong, kethuk, japan, kempyang, kempul, peking, dan gong.

Asal Mula Gamelan Jawa

Awalnya, alat musik instrumen gamelan dibuat berdasarkan relief yang ada dalam Candi Borobudur pada abad ke-8. Dalam relief di candi tersebut, terdapat beberapa alat musik yang terdiri dari kendang, suling bambu, kecapi, dawai yang digesek dan dipetik, serta lonceng.

Sejak itu, alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik dalam alunan musik gamelan jawa. Alat musik yang terdapat di relief Candi Borobudur tersebut digunakan untuk memainkan gamelan. Pada masa pengaruh budaya Hindu-Budha berkembang di Kerajaan Majapahit, gamelan diperkenalkan pada masyarakat Jawa di Kerajaan Majapahit.

Konon, menurut kepercayaan orang Jawa, gamelan itu sendiri diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka, sebagai dewa yang dulu menguasai seluruh tanah Jawa. Sang dewa inilah yang menciptakan alat musik gong, yang digunakan untuk memanggil para dewa.
Alunan musik gamelan jawa di daerah Jawa sendiri disebut karawitan. Karawitan adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan alunan musik gamelan yang halus. Seni karawitan yang menggunakan instrumen gamelan terdapat pada seni tari dan seni suara khas Jawa, yaitu sebagai berikut.

1. Seni suara terdiri dari sinden, bawa, gerong, sendon, dan celuk.
2. Seni pedalangan terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang gedog, wayang klithik, wayang beber, wayang suluh, dan wayang wahyu.
3. Seni tari terdiri dari tari srimpi, bedayan, golek, wireng, dan tari pethilan.

Seni gamelan Jawa tidak hanya dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari, dan atraksi wayang. Saat diadakan acara resmi kerajaan di keraton, digunakan alunan musik gamelan sebagai pengiring. Terutama, jika ada anggota keraton yang melangsungkan pernikahan tradisi Jawa. Masyarakat Jawa pun menggunakan alunan musik gamelan ketika mengadakan resepsi pernikahan.

7 komentar:

nugroho portnoy mengatakan...

sebenarnya gamelan lebih tua daripada relief dalam candi borobudur
jika anda pernah belajar tentang sastra jawa, mungkin anda akan lebih memahami, apakah sebenarnya gamelan jawa itu

Jual Kendang Giri Purwa Seni mengatakan...

Artikel yang menarik dan menambah khasanah kesenian tradisional kita, dan semoga dapat turut melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia. Sekedar berbagi informasi untuk penjual Alat kesenian Tradisional. Anda bisa mengunjungi http://www.girihartonogallery.com/product-category/gamelan/

Selens Seren mengatakan...

www.seasonbet77.com
http://198.50.133.242
Agen Judi | Agen Bola | Agen Sbobet

Agen Sbobet
Agen Judi
Agen Bola
Agen Judi Online
Agen Casino
Prediksi Bola
Agen Tangkas
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen 1sCasino

Moh. Tohir mengatakan...

Untuk menikmati gending - gending Jawa dari berbagai jenis, karawitan mengiringi tari maupun wayang kulit yang hampir semuanya dimainkan oleh para siswa - siswi usia anak2/remaja, silskan buka youtube saya (dwija laras smpn 6 Kediri). Insyaalloh warisan budaya Jawa yg adiluhung ini bisa lestari. Amiiin.

Moh. Tohir mengatakan...

Untuk menikmati gending - gending Jawa dari berbagai jenis, karawitan mengiringi tari maupun wayang kulit yang hampir semuanya dimainkan oleh para siswa - siswi usia anak2/remaja, silskan buka youtube saya (dwija laras smpn 6 Kediri). Insyaalloh warisan budaya Jawa yg adiluhung ini bisa lestari. Amiiin.

Bikner Marpaung mengatakan...

lol

GIRINDRA WIRATNI PUSPA mengatakan...

Terimakasih infonya, yang sangat bermanfaat untuk tulisan saya tentang gamelan dalam bahasa Jerman untuk orang-orang yang tertarik dengan gamelan di Jerman.

Poskan Komentar